Fail Over dengan Recursive Gateway Di Mikrotik

Fail Over dengan Recursive Gateway Di Mikrotik

Failover adalah system untuk menjaga link network agar jika link utama down maka akan menggunakan link backup. Kali ini kita akan bahas Fail Over dengan Recursive Gateway Di Mikrotik.

RB 1100AH X2

Dengan menggunakan lebih dari satu gateway internet (ISP) memungkinkan kita untuk melakukan fail over dimana salah satu link bisa dijadikan sebagai gateway utama dan yang lain menjadi link backup. Untuk kebutuhan tersebut konfigurasi yang biasa diterapkan adalah dengan mendefinisikan check-gateway dan membedakan nilai distance pada masing-masing rule routing.

Kita lihat topologi jaringan berikut ini

Topologi Network
Topologi Network

Secara gambaran sederhana, failover dapat dilakukan tanpa script dengan mengatur check-gateway dan nilai distance pada tiap rule routing, contohnya seperti berikut

Route Gateway
Route Gateway

Dengan pengaturan tersebut mekanisme check-gateway akan melakukan pengecekan berkala ke gateway ISP dengan mengirimkan paket PING.

Namun yang menjadi kendala, mekanisme check-gateway hanya dapat melakukan pemantauan gateway terdekat (ISP), sehingga jika yang terjadi masalah di atas jalur ISP (NAP) misalnya, paket data akan tetap dilewatkan ke ISP, sebab router masih menganggap ISP reachable. Efeknya failover tidak berjalan semestinya sehingga kita tetap tidak bisa akses.

Untuk itu ada sebuah trik pada pengaturan routing untuk membuat fail over secara otomatis tanpa menggunakan script. Selain distance dan check gateway, kita bisa memanfaatkan parameter scope/target scope untuk membuat recursive gateway, sehingga check-gateway dapat melakukan pemantauan gateway / IP Address di internet sekalipun, misalnya ke 8.8.8.8

Secara default Check-gateway tidak bisa melihat status 8.8.8.8 karena IP tersebut bukan sebagai gateway terdekat. Pada kondisi inilah pengubahan scope dan target-scope dapat diterapkan, biasanya pada rule routing gateway utama.

Baca Juga : AutoBackup Mikrotik dan Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

Pertama, dari rule routing failover sederhana pada contoh di awal artikel ini, ubah routing yang melalui gateway=192.168.3.1 (Link utama) menjadi gateway=8.8.8.8 dan definisikan target-scope=30

Scope Gateway

Lalu agar menjadi recursive gateway, tambahkan satu rule routing baru dengan dst-address=8.8.8.8 gateway=192.168.3.1

Rule Routing

Kalau dilihat dari rule nya, mungkin rule diatas tidak sesuai standar penentuan gateway, karena menggunakan 8.8.8.8 sebagai gateway, namun dengan target-scope=30 rule tersebut bisa melakukan lookup ke rule lain yang memiliki nilai scope ≤ 30 sehingga menjadi recursive gateway.

Setelah semua langkah dilakukan maka rule routing lengkap dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Rule Routing Lengkap

Dengan demikian, check-gateway dapat melakukan pemantauan ke IP 8.8.8.8 yang pada rule tersebut seolah-olah menjadi gateway langsung. Sehingga ketika check-gateway gagal melakukan PING ke 8.8.8.8 maka gateway internet akan dialihkan ke link backup.

Baca Juga : Harga RB 1100 AH X2 Promo

Itulah Proses Fail Over dengan Recursive Gateway Di Mikrotik. Proses ini hanya untuk membantu check-gateway melakukan pemantauan link, sedangkan jika dilakukan traceroute traffic aslinya tetap melewati link / gateway ISP.

 

 

 

 

Incoming search terms:

Related posts

3 Thoughts to “Fail Over dengan Recursive Gateway Di Mikrotik

Leave a Comment