Layanan Indihome Terindikasi Langgar UU

Layanan Indihome Terindikasi Langgar UU

Layanan Indihome Terindikasi Langgar UU – Layanan triple play Indihome milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) terindikasi melanggar pasal 15 ayat (2) dan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Hal itu yang sedang diselidiki oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Surabaya.

Kepala KPD KPPU Surabaya, Aru Armando menyebut bahwa pihaknya sedang melakukan kegiatan penyelidikan terkait produk layanan triple play Indihome. “8 Maret 2016 komisi telah menyetujui dimulainya kegiatan penyelidikan terkait Indihome,” kata Aru di Surabaya, Kamis (10/3).

Indihome adalah layanan yang terdiri dari internet fiber atau high speed internet, interactive TV (Usee TV) dan Phone (Telepon Rumah). Untuk sebagian besar wilayah Indonesia, Indihome dilayani dengan menggunakan 100 persen Fiber Optic.

“Kami mencermati dinamika yang berkembang dalam masyarakat terkait dengan layanan triple play Indihome ini,” lanjutnya.

Aru mengatakan bahwa pihalnya sudah dua kali memanggil pihak Telkom untuk mendiskusikan beberapa hal, salah satunya adalah mengenai produk Indihome. Pihak KPPU menurutnya, telah mengantongi beberapa indikasi perilaku penyedia layanan Indihome yang diduga melanggar Pasal 15 ayat (2) dan Pasal 17 UU No 5/1999.

“Dengan dimulainya penyelidikan, KPPU akan segera membentuk tim penyelidik untuk mengumpulkan alat-alat bukti terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyedia layanan triple play Indihome,” tandasnya.

Tembus 1 Juta
Sementara itu Direktur Keuangan Telkom, Heri Sunaryadi mengatakan, pihaknya mulai awal 2015 lalu fokus membangun bisnis fixed broadband berbasis fiber optik dengan meluncurkan Indihome. Pada akhir 2015 Telkom berhasil mencapai lebih dari 1 juta pelanggan IndiHome, produk Triple Play yang memberikan layanan telepon, high-speed internet, dan layanan IPTV.

“Pertumbuhan bisnis Digital yang sangat pesat merupakan buah dari capex policy yang efektif dalam mendukung bisnis Digital tersebut,” ujar Herry.

Di sisi lain, Direktur Konsumer, Dian Rahmawan menyampaikan bahwa pelanggan IndiHome bebas menyiapkan Instalasi Kabel Rumah (IKR) Broadband.

“Jaringan akses Telekomunikasi yang berbasis fiber optik saat ini menjadi tren dan pilihan utama untuk rumah yang memerlukan layanan broadband menggantikan moda jaringan akses tembaga,” katanya.

Layanan broadband dengan karakteristik kecepatan tinggi tersebut mengikuti permintaan pasar atas kebutuhan layanan Tripleplay.

Dengan perkembangan teknologi IoT (Internet of Thing), Layanan broadband di rumah juga bisa diperluas dan diperkaya menjadi layanan Digital Home Smart Living. Surveillance Camera, Kontrol menghidupkan mematikan Lampu, AC, menggerakan tirai, pintu, jendela dan berbagai kontrol melalui Mobile Apps bisa dimungkinkan melalui layanan broadband.

“Sebuah rumah masa kini tidak hanya membutuhkan listrik dan air bersih, namun sudah menjadikan Broadband sebagai kebutuhan utilitas nomor tiga. Pemilik Rumah bebas menyiapkan titik-titik broadband sesuai keinginan, sehingga mereka bebas memasang tambahan wifi atau router, tambahan setop box, camera, Komputer dan lainnya dengan leluasa,” paparnya.

Related posts