Ratusan Mobil Internet Kecamatan Hasil Peninggalan Tifatul Sembiring Kini Jadi Sarang Tikus dan Kecoak

Ratusan Mobil Internet Kecamatan Hasil Peninggalan Tifatul Sembiring Kini Jadi Sarang Tikus dan Kecoak

Masih ingatkah kalian kalau dulu ada mobil internet kecamatan berwana biru. Ya, itu adalah mobil yang diadakan dengan tujuan memeratakan internet ke pedalaman hingga tingkat kecamatan. Lalu apakah program itu berhasil? Kabar terbaru yang kami dapatkan, Ratusan Mobil Internet Kecamatan Hasil Peninggalan Tifatul Sembiring Kini Jadi Sarang Tikus dan Kecoak.

Ratusan mobil tersebut dibiarkan begitu saja terbengkalai sampai karatan. Padahal mobil-mobil tersebut dari uang negara sekalipun milik swasta. Mending buat jualan tahu bulat saja di goreng dadakan 500 perak hangat enak.

Mobil Internet Kecamatan

Rezim Mangkrak

Tidak berlebihan jika saya sebut era SBY sebagai rezim mangkrak. Bayangkan saja selama 10 tahun SBY berkuasa telah meninggalkan begitu banyak prasasti berupa proyek-proyek mangkrak.

Mulai dari proyek Wisma Atlet Hambalang yang terbengkalai, proyek-proyek infrastruktur dan kelistrikan dengan nilai triyunan rupiah, sampai dengan peninggalan ratusan mobil layanan internet kecamatan yang berakhir tragis jadi onggokan di tengah sawah. Suasananya mirip kayak di film Transformer saja.

Proyek-proyek yang sedianya diperuntukkan bagi kepentingan rakyat banyak justru mangkrak dimana-mana. Kalau memutuskan sesuatu, mbok ya mestinya mikir jangka panjang. Jangan hanya lihai bikin proyeksi anggaran tapi pada akhirnya tidak mau bertanggung jawab.

Uang negara dihamburkan-hamburkan tanpa hasil. Rakyat dapat ampasnya doang. Jika ada yang tanya apakah anggaran-anggaran negara yang digelontorkan jor-joran di era rezim mangkrak dikorupsi berjamaah? Maka saya jawab, au ah gelap. Tanyakan saja pada pasir berbisik dan rumput yang bergoyang, barangkali disana ada jawabnya.

inet kecamatan

Kok Bisa Mangkrak?

Namanya juga rezim mangkrak, kalau tidak berakhir mangkrak, ya bukan rezim mangkrak namanya. Pada Tahun 2010 yang silam, Tifatul Sembiring meluncurkan Program top markotopnya yang bernama MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan). Tujuan dari program mobil layanan Internet Kecamatan ini sebenarnya bagus, yaitu untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang belum ada akses Internetnya.

Layanan Internet Kecamatan tersebut bersifat mobile untuk menyediakan akses internet secara keliling di daerah-daerah tertinggal, daerah-daerah perbatasan dan daerah-daerah lainnya yang terpencil.

Program ini kemudian dieksekusi operasionalnya pada tahun 2011 yang silam dengan sistem bisnis berupa beli jasa. Artinya Kominfo membayar jasa vendor berdasarkan kontrak beli jasa, sedangkan pengadaannya dilakukan oleh operator penyedia jasa.

Sebenarnya ini adalah program yang mulia dan bermanfaat bagi rakyat banyak karena memiliki tujuan yang bagus untuk mencerdaskan bangsa dengan memberikan layanan akses Internet di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau fasilitas Internet. Namun karena Menterinya levelnya sekelas PKS, jadi bapak ibu harap maklum.

Setelah berjalan kurang lebih tiga tahun lamanya, program tersebut dievaluasi oleh Komisi I DPR RI. Dalam rapat evaluasi dengan Komisi I DPR RI, program asal jadi yang acak adut itu akhirnya diberhentikan pada tanggal 31 Desember 2014 karena meninggalkan masalah berupa utang piutang dan korupsi.

Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka korupsi dalam proyek pengadaan proyek Mobil Layanan Internet Kecamatan tersebut karena spesifikasi teknis dan operasional penyelenggaraannya tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

Baca Juga

Layanan Indihome Terindikasi Langgar UU

Indonesia Makin Terhubung Internet

Begitulah kura-kura kalau proyek abal-abal tanpa perencanaan yang matang sehingga menimbulkan kemubaziran dan hanya menghabiskan anggaran negara saja. Di era rezim mamgkrak, negara hutang terus, tapi korupsi juga jalan terus. Giliran rakyat yang megap-megap sesak napas lantaran dikejar-kejar Penguasa suruh taat bayar pajak, kayak Debt Collector saja.

Proyek Menkominfo Tifatul Sembiring tersebut nilai proyeknya cukup fantastis, yaitu senilai Rp 1,4 triliun, tapi hasilnya bisa kita lihat sendiri, berakhir tragis. Akibat pengelolaan yang amburadul dan acak adut, plus sang Menteri yang kualitasnya sekelas PKS, ya beginilah jadinya, jadi sarang tikus dan kecoak.

Ratusan mobil layanan Internet Kecamatan tersebut kini terbengkalai, karatan, dipenuhi sarang laba-laba, serangga dan tidak karuan rimbanya. Suasana dan kondisi mobil-mobil mangkrak tersebut mirip kayak di film Dead Man Walking. Serem.

Gusti ora sare. Itulah akibatnya kalau lebih mementingkan diri sendiri dan golongan dengan dalih penyerapan anggaran tanpa tahu bagaimana mengelolanya dengan baik sehingga bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak.

Yang ada dalam benak mereka justru sebaliknya, yang penting ada anggaran keluar yang menghasilkan proyek, siapa tahu barangkali ada yang bisa diembat dan dipreteli buat modal kawin lagi, dapat bini muda, Poligami. Mantap, kan?

Incoming search terms:

Related posts

One Thought to “Ratusan Mobil Internet Kecamatan Hasil Peninggalan Tifatul Sembiring Kini Jadi Sarang Tikus dan Kecoak

  1. […] Ratusan Mobil Internet Kecamatan Hasil Peninggalan Tifatul Sembiring Kini Jadi Sarang Tikus dan Kec… […]

Leave a Comment