Jangan Panik, Ini Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI!

Saat baru menjadi ibu, tentu banyak sekali hal yang membuat Anda merasa cemas terutama berhubungan dengan kesehatan si kecil. Terlebih lagi, saat ini masih banyak mitos yang menyesatkan dan membuat para ibu baru semakin stres dengan kondisi yang ia hadapi. Salah satu permasalahan yang banyak dialami ibu baru adalah ketika bayi muntah setelah minum ASI. Bisa dibayangkan, ketika ibu merasa tenang karena bayi sudah kenyang, ternyata apa yang ia minum justru keluar kembali. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran kalau bayi tidak akan mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi.

Lalu sebenarnya apa yang menyebabkan bayi  muntah setelah minum ASI? Cek informasinya berikut ini:

Terlalu banyak bergerak

Ya, bayi memang memiliki fase di mana mereka tidak bisa diam dan terus bergerak, baik itu sambil tiduran atau saat ia sudah bisa duduk. Nah, gerakan berlebihan ketika ia baru saja mengonsumsi ASI, bisa menimbulkan tekanan pada lambung dan menyebabkannya keluar sebagai muntahan. Hal ini sebenarnya tidak berbahaya, namun tentu menimbulkan ketidaknyamanan pada buah hati setelah ia muntah. Maka dari itu, cobalah untuk selalu memposisikan buah hati secara tegak dengan menggendongnya ketika ia baru saja minum susu. Hal ini dimaksudkan aagar susu tercerna dengan baik dan tidak keluar lagi.

Ibu salah posisi menyusui

Sering menyusui si kecil sambil tiduran? Hati-hati ya, hal ini bisa menyebabkan air susu salah aliran, bukannya masuk ke pencernaan namun malah ke sistem pernapasan. Jika air susu masuk ke sistem pernapasan, maka bayi akan tersedak dan kemudian secara refleks memuntahkan kembali cairan yang sudah masuk. Jika hal ini terjadi, bayi pasti akan menangis karena saluran pernapasannya terasa tidak nyaman disebabkan adanya benda cair yang masuk. Usahakan untuk selalu menyusui bayi dalam posisi duduk. Kalaupun ingin menidurkan bayi, ganjal kepala si kecil dengan bantal sehingga air susu akan masuk ke pencernaan dengan baik.

Baca Juga  Solusi Mengatasi Keterbatasan Modal saat Memulai Bisnis

Bayi kekenyangan

Pernahkah Anda merasa mual karena terlalu kenyang? Sama halnya dengan orangdewasa, bayi juga punya kapasitas lambung. Bahkan kapasitas lambung bayi jauh lebih sedikit dibanding orang dewasa. Jadi Anda perlu berhati-hati, sebab makanan yang terlihat sedikit untuk Anda bisa jadi sudah sangat banyak untuk bayi. Jadi ketika ia mengonsumsi makanan atau susu, kemudian ditambah lagi dengan jumlah banyak, bukan tidak mungkin lambungnya akan menolak karena kepenuhan. Di saat inilah bayi akan mengeluarkan makanan dan minuman tersebut dengan cara muntah untuk mengurangi kapasitas lambungnya.

Belum sempurnanya sistem pencernaan bayi

Bayi yang masih terlalu kecil, sistem pencernaannya belum berrkembang dengan sempurna. Gerakan otot di dalam usus juga masih belum stabil, sehingga ada kalanya ia mengeluarkan kembali susu yang diminum tanpa sengaja. Kondisi ini tidak berbahaya dan sangat wajar dialami bayi, sehingga Anda tak perlu khawatir. Meski demikian, jika bayi terlalu sering muntah apalagi sampai beberapa kali dalam sehari, Anda perlu membawanya ke dokter untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Mengalami alergi

Bayi yang mengonsumsi ASI juga bisa mengalami alergi, lho. Hal ini disebabkan mungkin ada makanan penyebab alergi yang dikonsumsi ibu dan kemudian ikut masuk ke dalam ASI yang diproduksi. Jika bayi alergi ASI maka besar kemungkinan lembung akan menolak dan memuntahkannya kembali. Untuk mengatasi kondisi ini, sang ibu harus melakukan diet makanan tertentu sehingga tidak mengonsumsi sesuatu yang menimbulkan alergi pada bayi.

Tidak cocok dengan makanan atau susu

Bayi yang mengonsumsi ASI diselingi susu formula atau sudah berusia 6 tahun dan mulai konsumsi makanan padat, bisa juga mengalami ketidakcocokan dengan apa yang masuk ke perutnya. Ketika tubuh menolak makanan atau minuman tertentu, maka lambung akan mengeluarkannya dalamm bentuk muntahan. Sebaiknya Anda perhatikan makanan atau minuman apa saja yang setelah dikonsumsi langsung menimbulkan reaksi muntah dan mual pada bayi.

Baca Juga  Inilah Performa Mesin Generasi Baru Toyota Hilux

Mengalami infeksi virus

Muntah pada bayi juga bisa disebabkan tubuhnya sedang berusaha melawan virus atau bakteri. Ketika ada virus dan bakteri yang masuk sampai ke lambung, pertahanan dilakukan dengan cara mengeluarkannya baik melalui feses atau muntahan. Untuk mengatasi hal ini, maka bayi harus mengonsumsi obat yang memang sesuai dan bisa melawan virus serta bakteri di dalam tubuhnya. Obat ini bisa didapatkan melalui resep dokter, jadi pastikan Anda membawa si kecil untuk diperiksakan ke dokter anak.

Apabila bayi muntah setelah minum ASI, Anda tidak perlu langsung panik. Namun ada beberapa kondisi di mana bayi perlu segera dibawa ke dokter, misalnya ketika di dalam muntahan terdapat lendir berwarna hijau yang merupakan empedu. Atau jika ada darah di dalam muntahan, bayi juga perlu segera diperiksakan ke dokter. Terjadinya pembengkakan pada perut juga merpakan pertanda ada kondisi serius yang dialami bayi sehingga perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selain itu, muntah yang diikuti dengan demam dan kejang-kejang juga sebaiknya mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit atau dokter yang terpercaya.

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.